Rabu, 10 September 2014

Bahaya Penyedap Rasa




Daftar Isi
 


Cover……………………………………………….…………………………………. 1
Daftar Isi………………………………………………………………………………..2
Kata Pengantar………………………………………………………………………..3
BAB I Pendahuluan
            a)Latar Belakang Masalah……………………………………………….….4
            b) Tujuan Makalah……………………………………………………………4
BAB II Pembahasan Bahaya penyedap rasa (MSG)
a)  Pengertian………………………………………….................................5
b)  Kinerja MSG………………………………………………………………5
c)  Penelitian…………………………………………………………………6
d)  Mengenali MSG…………………………………………………………..7
e)  MSG dan kesehatan………………………………………………..……8

BAB III Penutupan……………………………………………………………………10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..11







Kata Pengantar
 


            Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa,  karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis  membahas “Bahaya Penyedap Rasa”

            Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam  pemahaman akan bahayanya  penyedap rasa pada makanan yang sering kita konsumsi.

             Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut.

Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat,


Batam, 23 Oktober 2013
Penulis











BAB I Pendahuluan

Latar belakang masalah : Dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari kita, tentu kita akan memakan sesuatu setiap harinya. Kebanyakan manusia, makan sebanyak tiga kali setiap harinya. Namun,apakah kita menyadari akan bahaya atau tidaknya makanan yang kita konsumsi. Apalagi sekarang kita hidup di zaman modern, dimana segalanya lebih mudah, demikian juga dengan makanan.
Hampir semua makanan yang kita konsumsi mengandung bahan penyedap makanan.  Baik makanan yang kita beli maupun yang kita masak. Terutama para ibu-ibu yang sering memasak dengan menggunakan penyedap rasa. Penyedap rasa memberi banyak aroma sedap untuk makanan, menambah nafsu makan anak dan anak menjadi lebih suka tetapi itu salah penyedap rasa hanya akan merusak anak terutama pada masa pertumbuhan mereka. Anak suka dengan makanan yang beraroma sedap tetapi itu malah merusak. Terbukti bahwa penyedap rasa telah memakan banyak anak karena daya tahan tubuh anak sangat lemah jadi bahan-bahan kimia yang terdapat pada penyedap rasa mudah masuk dalam tubuh anak-anak. Waspada terhadap penyedap rasa itulah yang terpenting. Terus menerus korban bertambah mengakibat jumlah anak yang terserang penyakit karena penyedap rasa semakin terus menerus bertambah. Himbaun para medis sebaiknya dilakukan dengan benar oleh para ibu agar anak mereka tidak terserang penyakit karena penyedap rasa karena itu bisa merusak kekebalan tubuh anak-anak bahkan dapat merusak pertumbuhan anak-anak
Tujuan karya ilmiah : Karya ilmiah ini bertujuan untuk menyadarkan para pembaca seberapa bahaya bahan penyedap makanan. Setidaknya mulai mengurangi memakan atau memasak makanan yang mengandung bahan penyedap rasa makanan. Bila perlu, gunakan bumbu dapur yang lebih alami dan aman bagi tubuh.



BAB II Pembahasan
Bahaya penyedap rasa (MSG)
PENGERTIAN

Penyedap makanan berfungsi untuk menguatkan rasa. Penggunaan penyedap bertujuan untuk  
-       Meningkatkan citarasa makanan
-       Mengembalikan citarasa makanan yang mungkin hilang waktu pengolahan
-       Memberikan citarasa tertentu pada makanan yang tidak mempunyainya.

MSG, di masyarakat kita sering disebut Vetsin, atau orang Jawa bilangnya “Micin”. Penyedap rasa buatan yang sudah sangat lazim digunakan sebagai bumbu masakan. Bahkan tak sedikit yang menganggap tak akan sedap masakan itu tanpa micin.Namun, sensasi rasa nikmat dengan campuran MSG malah akan menimbulkan masalah pada kesehatan Anda.
Di Indonesia sudah beredar bermacam-macam merek “penyedap masakan”. Ada Ajinamoto, buatan Jepang atau Sasa buatan Hongkong dan beberapa merek lainnya. Semuanya mempunyai komposisi yang sama yaitu : Mono Sodium Glutamat (MSG) yang rumus kimianya HCOCCH (NH2) 2 COO-NA hasil campuran asam glutamat dan natrium Hidruksid.
Bahan yang paling penting untuk membuat MSG yaitu Asam glutamat yang berupa asam amino yang ada pada tumbuhan, hewan, minyak bumi dan pada tubuh mauusia. Pernah diberitakan bahwa asam glutamat itu dibuatnya dari otak babi. Hal ini sukar untuk dipercaya sebab tidak ekonomis, susah untuk membuatnya dan lagi asam asam glutamate yang ada di dalam otak babi itu hanya berkadar 0.01 %..
Di sini pabrik MSG membuat asam glutamat itu dari Melase (gula tetes), sisa gula tebu yang sudah tidak bisa menjadi kristal. Di negara yang tidak mempunyai tebu, asam glutamat itu dibuatnya dari ganggang, gulabit, gandum, kedelai, tapioka, minyak bumi atau sengaja membuatnya secara sintetis.
MSG  merupakan zat aditif yang terdiri dari garam dan asam glutamat. Kedua bahan ini bisa mengganggu kinerja sistem saraf otak
KINERJA MSG
Vetsin, atau monosodium glutamate (MSG) terkandung asam sodium glutanik (glutanic acid sodium), yang dapat menguraikan asam glutanik selama proses pencernaan. Asam ini
dalam jaringan otak atas dorongan asam glutanik yang dibantu oleh vitamin B6 bisa berubah menjadi δ (delta)- asam amino butyric, yaitu semacam zat pengekang syaraf penyalur. Bila kekurangan zat ini, akan mudah menyebabkan sistem kontrol syaraf menjadi terlalu tegang, misalnya timbul gejala kepanasan atau kejang-kejang. Karena itu, mengkonsumsi vetsin harusnya sedikit dan sewajarnya, sebab zat ini juga berguna untuk mempertahankan sistem syaraf.
Namun jika mengkonsumsi vetsin terlalu banyak, juga berbahaya bagi tubuh manusia. Banyak orang mempunyai pengalaman, setelah mereka makan terlalu banyak masakan yang enak, lalu timbul gejala sakit kepala dan pusing, tubuh bagian atas mati rasa, hati berdebar dan nafas menjadi pendek dan lain-lainnya, ini yang disebut “mabuk makan”. Penyebab utamanya juga karena terlalu banyak kandungan asam glutanik dalam daging dan vetsin yang dikonsumsi.
Konsumsi asam glutanik setelah dicerna oleh lambung dan usus dan masuk ke otak besar, maka pada bagian tertentu di jaringan otak akan dihasilkan δ (delta) – asam amino butyric yang bersifat menghambat syaraf , dapat menyelaraskan kemampuan kerja otak besar yang normal, tetapi asam glutanik yang berlebihan akan menjadikan δ (delta) – asam amino butyric juga jadi berlimpah. Jika penghambat saluran syaraf dalam otak banyak, berbagai fungsi syaraf akan berada dalam posisi terkekang..
PENELITIAN
Orang Jepang menggunakan MSG dari tahun 1920, oleh sebab MSG sudah merebak keseluruh Dunia, para ilmuwan sudah mengadakan berbagai percobaan, bahaya atau tidaknya MSG ini. Pada awalnya yang dipakai percobaan itu anak ayam, anak bebek, kelinci dan monyet.
Ø SHIMIZHU dkk, yang mengadakan penelitian pada tahun 1971 melaporkan bahwa MSG yang diberikan kepada anak ayam yang dicampurkan pada air minumannya menyebabkan matinya anak ayam tersebut disebabkan ginjalnya rusak.
Ø GREENBERG dkk. (1973) melaporkan bahwa tikus kecil yang diberi makan MSG ketahuan sel-sel darah putihnya berubah menjadi berupa sel-sel kanker.
Ø SNAPIR dkk. (1973 ) melaporkan bahwa anak ayam sudah diberi MSG, jumlah sel otaknya berkurang 24% dibanding dengan anak ayam yang normal tanpa diberi MSG.
Ø Institut Penelitian dan Pencegahan Untuk kesehatan Nasional dari Kementrian Kesehatan Jepang sudah mengadakan percobaan dengan jalan memberi larutan MSG 2% terhadap beberapa anak ayam. Hasilnya bahwa anak ayam tersebut semuanya mati.
Ø Baptist (1974) mengatakan MSG di Singapura menyebabkan penyakit radang hati dan menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) bagi anak-anak sekolah.
Ø Penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh Dr. Iwan T. Budiarso yang hasilnya yaitu : anak Ayam dan anak bebek yang diberi MSG itu mati. Sedangkan anak ayam yang sudah agak besar seperti yang dibius, jalannya tidak normal, dan rupa-rupa gejala lainnya.
Masih banyak penilitian-penelitan yang membuktikan bahwa MSG itu positif menimbulkan kelainan terhadap hewan-hewan yang dibuat percobaan.
Sedangkan penelitian yang mengatakan MSG itu tidak menyebabkan mengganggu kesehatan, datangnya dari catatan ilmiah Dr. Achmad Ramli. Kctua Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara Dep. Kes. R.I. juga dari Lembaga Farmasi Nasional Kesehatan R.I. dan Kepala Balai Penelitian Kimia P.N. NUPIKAYASA menyatakan bahwa MSG tidak menimbulkan hahaya terhadap kesehatan kalau dalam pemakaiannya sewajarnya.
Tapi ini penelitian pada tahun 1962 sedangkan penelitian yang menemukan adanya pengaruh itu pada tahun 1969 . Oleh sebab itu tentu penelititahun 1962 perlu ditanya akan bonafiditasnya.
WHO pun tidak tinggal diam, hasil penelitian yang berupa rekomendasi yang disampaikan pada sidang CODEX ALIMENTARY COMMISSION (CAC) tahun 1970 menyebutkan hahwa MSG berupa makanan sehari-hari, bisa dipakai paling banyak 6 mg/kg berat badan manusia dewasa. Jadi kalau berat hadannya 50kg, seharinya tidak boleh lebih dari 2 gram.
Di Amerika, dan di Singapura ada peraturan yang menyebutkan tidak boleh ditambahkan terhadap makanan bayi dan terhadap makanan yang sudah jadi (instant). Makanan harus memakai takaran yang sudah ditentukan dan menyampurkannya pun harus dibatasi.
 MENGENALI MSG

Di negara kita pun, banyak beredar produk makanan dan minuman kemasan yang bebas MSG.  Namun, apakah benar bahwa makanan itu memang benar benar bebas MSG.
 Ada cara mudah untuk mengenali makanan yang mengandung MSG, seperti :
•       Lihat dalam labelnya, apakah ada kalimat autolyzed yeast hydrolysed so protein itu                           berarti produk tersebut mengandung MSG namun menggunakan sebutan yang lain.
•       Selain itu lihat juga labelnya, apakah ada kata sodium caseinate, itu pun sama saja                               bahwa artinya produk yang bersangkutan mengandung MSG.
•       Selain dua kata di atas, temukan juga di label barangkali ada kata hydrolized atau asam                       amino acid. Kedua kata itu biasa digunakan sebagai nama samaran dari produk MSG                      yang terdapat pada makanan.
Berikut adalah beberapa gambar jenis penyedap rasa dan pemakaiannya







MSG dan KESEHATAN
MSG  merupakan zat aditif yang terdiri dari garam dan asam glutamat. Kedua bahan ini bisa mengganggu kinerja sistem saraf otak.
Pemakaian MSG dalam dosis tinggi bahkan bisa mengakibatkan serangan epilepsi. Adapun batasan pemakaian penyedap rasa atau vetcin untuk manusia adalah sekitar 0 sampai dengan 120 mg untuk tiap kilogram berat badan orang yang memakannya.
Misal Anda adalah seorang pria atau wanita yang mempunyai berat badan 50 kg, maka ukuran normal atau batas wajar konsumsi penyedap rasa MSG yang disarankan jangan lebih dari 6 gr setiap hari, kalau di ukur dalam ukuran sendok teh, maka jumlahnya kurang lebih 2 sendok teh.
Itulah ukuran wajar dan batas normal penggunaan penyedap rasa atau MSG pada masakan, karena itu jadikanlah ukuran itu sebagai panduan Anda saat memasak ataupun mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG.
Anak kecil dan Ibu yang sedang mengandung, jangan diberi MSG!
Walaupun sudah diketahui efek buruk dari MSG, namun belum banyak penelitian yang mendukung studi ini. Sebagai bukti reaksi negatif pemakaian MSG, dapat diketahui dari orang yang mengonsumsi zat aditif ini selama bertahun-tahun. Banyak di antara mereka yang mengeluh sakit kepala, mual, jantung berdebar-debar, berkeringat, mati rasa, dan kelelahan. Beberapa reaksi tersebut dikenal dengan gejala kompleks MSG. Gejala yang ditimbulkan biasanya ringan, namun tetap saja mengganggu kesehatan Anda.
Riset menunjukkan bahwa seorang anak yang terlalu banyak mengkonsumsi vetsin atau makanan yang mengandung asam glutanik, maka bagian otak besar yang memproduksi δ (delta), akan dapat menghambat pengeluaran hypothalamic untuk menekan thyroxin melepaskan hormon dan menekan hormon parathyroid untuk membiarkan pelepasan hormon, akhirnya akan menyebabkan thyroxin dan parathyroid pengeluaran hormonnya berkurang.
Kurangnya pengeluaran thyroxin akan berdampak negatif bagi pertumbuhan tubuh manusia, akan tetapi hormon parathyroid adalah hormon penting untuk mengatur kalsium darah dan fosfor darah.
Hormon tersebut dapat mencegah hilangnya kalsium melalui air seni, serta membantu daya serap usus terhadap kalsium dan fosfor. Jika pengeluarannya tidak mencukupi, kalsium dan fosfor yang hilang akan sangat banyak, maka pertumbuhan tulang dan perkembangan tubuh manusia akan terhambat.
Untuk itu, anak yang dalam masa pertumbuhan selain harus diperhatikan jumlah konsumsi vetsinnya, yaitu setiap hari tidak boleh lebih dari 5 gram.Juga harus mencegah mereka makan dan minum terlalu banyak, khususnya dalam mengkonsumsi masakan yang enak.
Untuk menghindari dampak negatif dari MSG, kontrolah asupan MSG sejak dini. Jika perlu, gunakan bumbu dapur yang lebih alami dan aman bagi tubuh.
·         kelainan darah
·         Penyakit jantung
·         kegemukan,
·         kerusakan otak,
·         kerusakan sistem syaraf,
·         depresi,
·         menyebabkan lemah jantung,
·         koroner dan gangguan ginjal,
·

Jika Anda menggunakan MSG dalam kadar yang sangat banyak, misal 12 gram tiap harinya bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti:
•       Gangguan Lambung
•       Mual mual
•       Gangguan Tidur
•       Reaksi alergi
•       Hipertensi
•       Diabetes
•       Kanker
•       Asma
•       Penurunan kecerdasan
•       Kelumpuhan
Beberapa orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan keringat dingin. Bahkan di Cina banyak masyarakatnya yang terkena dampak negative dari penggunaan MSG yang berlebihan yaitu menunjukkan gejala-gejala alergi, yang terkenal dengan istilah Chines Restaurant Syndrome (CRS).
Karena itu, hati hati penggunaan penyedap rasa berlebihan kalau tidak mau terserang penyakit penyakit tersebut.



BAB III Penutupan
Hasil penelitian tadi mengatakan penyedap rasa itu memang dan benar-benar berbahaya jika dikonsumsi terlalu berlebihan. Masyarakat dapat mempratekan hasil dari penelitian tadi. Himbauan dari Departement Kesehatan juga berguna untuk menambah gizi dalam anak untuk mencapai masa pertumbuhan anak-anak. Manfaat yang didapat dari penelitian tadi juga berguna bagi masyarakat sekitar dan Departement Kesehatan setempat. Semogahasil dari penelitian tadi bermanfaat atau berguna bagi masyarakat agar dapat mengurangi jumlah pemakaian dalam masakan atau makanan yang sering dimakan oleh anak-anak dan masyarakat dapat mengetahui bahwa pentingnya pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak
Kesimpulan: Penyedap rasa merupakan zat adiktif makanan yang termasuk paling banyak digunakan. Penggunaan penyedap rasa pada makanan bertujuan untuk meningkatkan cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang waktu pemrosesan dan memberi citra rasa tertentu kepada
makanan yang tidak mempunyainya. Selain itu juga di dalam pembuatan makanan ditambahi suatu zat yang dapat menambah aroma makanan untuk menambah rasa dan bau makanan tersebut. Penyedap rasa dan aroma yang sering digunakan dalam makanan yaitu MSG.


Saran: Setelah kita mengenal bahaya MSG, tentunya kita harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi setiap makanan yang ada. Untuk menghindari makanan berbahan MSG secara total tentunya tidak akan bisa, namun kita bisa mencegahnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang serba instan dan berbahan bumbu penyedap buatan seperti MSG, alangkah baiknya bila mengkonsumsi makanan berbahan alamiah yang di proses secara manual.




DAFTAR PUSTAKA