|
|
Daftar Isi
Cover……………………………………………….………………………………….
1
Daftar Isi………………………………………………………………………………..2
Kata
Pengantar………………………………………………………………………..3
BAB I Pendahuluan
a)Latar Belakang Masalah……………………………………………….….4
b) Tujuan Makalah……………………………………………………………4
BAB II Pembahasan Bahaya penyedap rasa (MSG)
a) Pengertian………………………………………….................................5
b) Kinerja
MSG………………………………………………………………5
c) Penelitian…………………………………………………………………6
d) Mengenali
MSG…………………………………………………………..7
e) MSG
dan kesehatan………………………………………………..……8
BAB III
Penutupan……………………………………………………………………10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..11
Kata
Pengantar
Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan
ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kemurahanNya makalah ini
dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis membahas “Bahaya Penyedap Rasa”
Makalah ini dibuat dalam rangka
memperdalam pemahaman akan bahayanya
penyedap rasa pada makanan yang sering kita konsumsi.
Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan
dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran
dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut.
Demikian makalah ini
kami buat semoga bermanfaat,
Batam, 23 Oktober 2013
Penulis
BAB I Pendahuluan
Latar belakang masalah :
Dalam memenuhi kebutuhan
energi sehari-hari kita, tentu kita akan memakan sesuatu setiap harinya.
Kebanyakan manusia, makan sebanyak tiga kali setiap harinya. Namun,apakah kita
menyadari akan bahaya atau tidaknya makanan yang kita konsumsi. Apalagi
sekarang kita hidup di zaman modern, dimana segalanya lebih mudah, demikian
juga dengan makanan.
Hampir semua
makanan yang kita konsumsi mengandung bahan penyedap makanan. Baik makanan yang kita beli maupun yang kita
masak. Terutama
para ibu-ibu yang sering memasak dengan menggunakan penyedap rasa. Penyedap
rasa memberi banyak aroma sedap untuk makanan, menambah nafsu makan anak dan
anak menjadi lebih suka tetapi itu salah penyedap rasa hanya akan merusak anak
terutama pada masa pertumbuhan mereka. Anak suka dengan makanan yang beraroma
sedap tetapi itu malah merusak. Terbukti bahwa penyedap rasa telah memakan
banyak anak karena daya tahan tubuh anak sangat lemah jadi bahan-bahan kimia
yang terdapat pada penyedap rasa mudah masuk dalam tubuh anak-anak. Waspada
terhadap penyedap rasa itulah yang terpenting. Terus menerus korban bertambah
mengakibat jumlah anak yang terserang penyakit karena penyedap rasa semakin
terus menerus bertambah. Himbaun para medis sebaiknya dilakukan dengan benar
oleh para ibu agar anak mereka tidak terserang penyakit karena penyedap rasa
karena itu bisa merusak kekebalan tubuh anak-anak bahkan dapat merusak
pertumbuhan anak-anak
Tujuan karya ilmiah : Karya
ilmiah ini bertujuan untuk menyadarkan para pembaca seberapa bahaya bahan
penyedap makanan. Setidaknya mulai mengurangi memakan atau memasak makanan yang
mengandung bahan penyedap rasa makanan. Bila perlu, gunakan
bumbu dapur yang lebih alami dan aman bagi tubuh.
BAB II Pembahasan
Bahaya
penyedap rasa (MSG)
PENGERTIAN
Penyedap
makanan berfungsi untuk menguatkan rasa. Penggunaan penyedap bertujuan untuk
- Meningkatkan citarasa makanan
- Mengembalikan citarasa makanan yang mungkin
hilang waktu pengolahan
- Memberikan citarasa tertentu pada makanan yang
tidak mempunyainya.
MSG, di
masyarakat kita sering disebut Vetsin, atau orang Jawa bilangnya “Micin”.
Penyedap rasa buatan yang sudah sangat lazim digunakan sebagai bumbu masakan.
Bahkan tak sedikit yang menganggap tak akan sedap masakan itu tanpa micin.Namun, sensasi rasa nikmat dengan campuran MSG malah akan
menimbulkan masalah pada kesehatan Anda.
Di Indonesia
sudah beredar bermacam-macam merek “penyedap masakan”. Ada Ajinamoto,
buatan Jepang atau Sasa buatan
Hongkong dan beberapa merek lainnya. Semuanya mempunyai komposisi yang sama
yaitu : Mono Sodium Glutamat (MSG) yang rumus kimianya HCOCCH (NH2) 2 COO-NA
hasil campuran asam glutamat dan natrium Hidruksid.
Bahan yang paling
penting untuk membuat MSG yaitu Asam glutamat yang berupa asam
amino yang ada pada tumbuhan, hewan, minyak bumi dan pada tubuh mauusia. Pernah
diberitakan bahwa asam glutamat itu dibuatnya dari otak babi. Hal ini sukar
untuk dipercaya sebab tidak ekonomis, susah untuk membuatnya dan lagi asam asam
glutamate yang ada di dalam otak babi itu hanya berkadar 0.01 %..
Di sini
pabrik MSG membuat asam glutamat itu dari Melase (gula tetes), sisa gula tebu
yang sudah tidak bisa menjadi kristal. Di negara yang tidak mempunyai tebu,
asam glutamat itu dibuatnya dari ganggang, gulabit, gandum, kedelai, tapioka,
minyak bumi atau sengaja membuatnya secara sintetis.
MSG merupakan zat aditif yang terdiri dari garam dan asam
glutamat. Kedua bahan ini bisa mengganggu kinerja sistem saraf otak
KINERJA MSG
Vetsin, atau monosodium
glutamate (MSG) terkandung asam sodium glutanik (glutanic acid
sodium), yang dapat menguraikan asam glutanik selama proses pencernaan.
Asam ini
dalam jaringan otak atas dorongan asam
glutanik yang dibantu oleh vitamin B6 bisa berubah menjadi δ
(delta)- asam amino butyric, yaitu semacam zat pengekang syaraf penyalur. Bila
kekurangan zat ini, akan mudah menyebabkan sistem kontrol syaraf menjadi
terlalu tegang, misalnya timbul gejala kepanasan atau kejang-kejang. Karena
itu, mengkonsumsi vetsin harusnya sedikit dan sewajarnya, sebab zat ini juga
berguna untuk mempertahankan sistem syaraf.
Namun jika mengkonsumsi vetsin terlalu banyak, juga berbahaya bagi tubuh manusia. Banyak orang mempunyai pengalaman, setelah mereka makan terlalu banyak masakan yang enak, lalu timbul gejala sakit kepala dan pusing, tubuh bagian atas mati rasa, hati berdebar dan nafas menjadi pendek dan lain-lainnya, ini yang disebut “mabuk makan”. Penyebab utamanya juga karena terlalu banyak kandungan asam glutanik dalam daging dan vetsin yang dikonsumsi.
Konsumsi asam glutanik setelah dicerna oleh lambung dan usus dan masuk ke otak besar, maka pada bagian tertentu di jaringan otak akan dihasilkan δ (delta) – asam amino butyric yang bersifat menghambat syaraf , dapat menyelaraskan kemampuan kerja otak besar yang normal, tetapi asam glutanik yang berlebihan akan menjadikan δ (delta) – asam amino butyric juga jadi berlimpah. Jika penghambat saluran syaraf dalam otak banyak, berbagai fungsi syaraf akan berada dalam posisi terkekang..
Namun jika mengkonsumsi vetsin terlalu banyak, juga berbahaya bagi tubuh manusia. Banyak orang mempunyai pengalaman, setelah mereka makan terlalu banyak masakan yang enak, lalu timbul gejala sakit kepala dan pusing, tubuh bagian atas mati rasa, hati berdebar dan nafas menjadi pendek dan lain-lainnya, ini yang disebut “mabuk makan”. Penyebab utamanya juga karena terlalu banyak kandungan asam glutanik dalam daging dan vetsin yang dikonsumsi.
Konsumsi asam glutanik setelah dicerna oleh lambung dan usus dan masuk ke otak besar, maka pada bagian tertentu di jaringan otak akan dihasilkan δ (delta) – asam amino butyric yang bersifat menghambat syaraf , dapat menyelaraskan kemampuan kerja otak besar yang normal, tetapi asam glutanik yang berlebihan akan menjadikan δ (delta) – asam amino butyric juga jadi berlimpah. Jika penghambat saluran syaraf dalam otak banyak, berbagai fungsi syaraf akan berada dalam posisi terkekang..
PENELITIAN
Orang Jepang
menggunakan MSG dari tahun 1920, oleh sebab MSG sudah merebak keseluruh Dunia,
para ilmuwan sudah mengadakan berbagai percobaan, bahaya atau tidaknya MSG ini.
Pada awalnya yang dipakai percobaan itu anak ayam, anak bebek, kelinci dan monyet.
Ø
SHIMIZHU
dkk, yang mengadakan penelitian pada tahun 1971 melaporkan bahwa MSG yang
diberikan kepada anak ayam yang dicampurkan pada air minumannya menyebabkan
matinya anak ayam tersebut disebabkan ginjalnya rusak.
Ø
GREENBERG
dkk. (1973) melaporkan bahwa tikus kecil yang diberi makan MSG ketahuan sel-sel
darah putihnya berubah menjadi berupa sel-sel kanker.
Ø
SNAPIR
dkk. (1973 ) melaporkan bahwa anak ayam sudah diberi MSG, jumlah sel otaknya
berkurang 24% dibanding dengan anak ayam yang normal tanpa diberi MSG.
Ø
Institut
Penelitian dan Pencegahan Untuk kesehatan Nasional dari Kementrian Kesehatan
Jepang sudah mengadakan percobaan dengan jalan memberi larutan MSG 2% terhadap
beberapa anak ayam. Hasilnya bahwa anak ayam tersebut semuanya mati.
Ø
Baptist
(1974) mengatakan MSG di Singapura menyebabkan penyakit radang hati dan
menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) bagi anak-anak sekolah.
Ø
Penelitian
di Indonesia yang dilakukan oleh Dr. Iwan T. Budiarso yang hasilnya yaitu :
anak Ayam dan anak bebek yang diberi MSG itu mati. Sedangkan anak ayam yang
sudah agak besar seperti yang dibius, jalannya tidak normal, dan rupa-rupa
gejala lainnya.
Masih banyak
penilitian-penelitan yang membuktikan bahwa MSG itu positif menimbulkan
kelainan terhadap hewan-hewan yang dibuat percobaan.
Sedangkan
penelitian yang mengatakan MSG itu tidak menyebabkan mengganggu kesehatan,
datangnya dari catatan ilmiah Dr. Achmad Ramli. Kctua Majelis Pertimbangan
Kesehatan dan Syara Dep. Kes. R.I. juga dari Lembaga Farmasi Nasional Kesehatan
R.I. dan Kepala Balai Penelitian Kimia P.N. NUPIKAYASA menyatakan bahwa MSG
tidak menimbulkan hahaya terhadap kesehatan kalau dalam pemakaiannya
sewajarnya.
WHO pun tidak
tinggal diam, hasil penelitian yang berupa rekomendasi yang disampaikan pada
sidang CODEX ALIMENTARY COMMISSION (CAC) tahun 1970 menyebutkan hahwa MSG
berupa makanan sehari-hari, bisa dipakai paling banyak 6 mg/kg berat badan
manusia dewasa. Jadi kalau berat hadannya 50kg, seharinya tidak boleh lebih
dari 2 gram.
Di Amerika,
dan di Singapura ada peraturan yang menyebutkan tidak boleh ditambahkan terhadap
makanan bayi dan terhadap makanan yang sudah jadi (instant). Makanan harus
memakai takaran yang sudah ditentukan dan menyampurkannya pun harus dibatasi.
MENGENALI MSG
Di
negara kita pun, banyak beredar produk makanan dan minuman kemasan yang bebas
MSG. Namun, apakah benar bahwa makanan itu memang benar benar bebas MSG.
Ada cara mudah untuk mengenali makanan yang
mengandung MSG, seperti :
• Lihat dalam labelnya, apakah
ada kalimat autolyzed yeast hydrolysed so protein itu berarti produk tersebut mengandung MSG
namun menggunakan sebutan yang lain.
• Selain itu lihat juga
labelnya, apakah ada kata sodium caseinate, itu pun sama
saja bahwa artinya produk yang bersangkutan
mengandung MSG.
Berikut adalah beberapa gambar jenis penyedap rasa dan
pemakaiannya
MSG dan KESEHATAN
MSG merupakan zat
aditif yang terdiri dari garam dan asam glutamat. Kedua bahan ini bisa
mengganggu kinerja sistem saraf otak.
Pemakaian MSG dalam
dosis tinggi bahkan bisa mengakibatkan serangan epilepsi. Adapun batasan pemakaian penyedap rasa atau vetcin untuk
manusia adalah sekitar 0 sampai dengan 120 mg untuk tiap kilogram berat badan
orang yang memakannya.
Misal Anda adalah seorang pria atau wanita
yang mempunyai berat badan 50 kg, maka ukuran normal atau batas wajar konsumsi
penyedap rasa MSG yang disarankan jangan lebih dari 6 gr setiap hari, kalau di
ukur dalam ukuran sendok teh, maka jumlahnya kurang lebih 2 sendok teh.
Itulah ukuran wajar dan batas normal
penggunaan penyedap rasa atau MSG pada masakan, karena itu jadikanlah ukuran
itu sebagai panduan Anda saat memasak ataupun mengkonsumsi makanan yang
mengandung MSG.
Anak kecil
dan Ibu yang sedang mengandung, jangan diberi MSG!
Walaupun sudah diketahui efek buruk dari MSG,
namun belum banyak penelitian yang mendukung studi ini. Sebagai bukti reaksi
negatif pemakaian MSG, dapat diketahui dari orang yang mengonsumsi zat aditif
ini selama bertahun-tahun. Banyak di antara mereka yang mengeluh sakit kepala,
mual, jantung berdebar-debar, berkeringat, mati rasa, dan kelelahan. Beberapa
reaksi tersebut dikenal dengan gejala kompleks MSG. Gejala yang ditimbulkan
biasanya ringan, namun tetap saja mengganggu kesehatan Anda.
Riset menunjukkan
bahwa seorang anak yang terlalu banyak mengkonsumsi vetsin atau makanan yang
mengandung asam glutanik, maka bagian otak besar yang memproduksi δ
(delta), akan dapat menghambat pengeluaran hypothalamic untuk menekan
thyroxin melepaskan hormon dan menekan hormon parathyroid untuk membiarkan
pelepasan hormon, akhirnya akan menyebabkan thyroxin dan parathyroid
pengeluaran hormonnya berkurang.
Kurangnya pengeluaran thyroxin akan berdampak negatif bagi pertumbuhan tubuh manusia, akan tetapi hormon parathyroid adalah hormon penting untuk mengatur kalsium darah dan fosfor darah.
Hormon tersebut dapat mencegah hilangnya kalsium melalui air seni, serta membantu daya serap usus terhadap kalsium dan fosfor. Jika pengeluarannya tidak mencukupi, kalsium dan fosfor yang hilang akan sangat banyak, maka pertumbuhan tulang dan perkembangan tubuh manusia akan terhambat.
Untuk itu, anak yang dalam masa pertumbuhan selain harus diperhatikan jumlah konsumsi vetsinnya, yaitu setiap hari tidak boleh lebih dari 5 gram.Juga harus mencegah mereka makan dan minum terlalu banyak, khususnya dalam mengkonsumsi masakan yang enak.
Kurangnya pengeluaran thyroxin akan berdampak negatif bagi pertumbuhan tubuh manusia, akan tetapi hormon parathyroid adalah hormon penting untuk mengatur kalsium darah dan fosfor darah.
Hormon tersebut dapat mencegah hilangnya kalsium melalui air seni, serta membantu daya serap usus terhadap kalsium dan fosfor. Jika pengeluarannya tidak mencukupi, kalsium dan fosfor yang hilang akan sangat banyak, maka pertumbuhan tulang dan perkembangan tubuh manusia akan terhambat.
Untuk itu, anak yang dalam masa pertumbuhan selain harus diperhatikan jumlah konsumsi vetsinnya, yaitu setiap hari tidak boleh lebih dari 5 gram.Juga harus mencegah mereka makan dan minum terlalu banyak, khususnya dalam mengkonsumsi masakan yang enak.
Untuk menghindari dampak negatif dari MSG,
kontrolah asupan MSG sejak dini. Jika perlu, gunakan bumbu dapur yang lebih
alami dan aman bagi tubuh.
|
·
kelainan
darah
·
Penyakit jantung
·
kegemukan,
·
kerusakan
otak,
·
kerusakan
sistem syaraf,
·
depresi,
·
menyebabkan
lemah jantung,
·
koroner
dan gangguan ginjal,
·
|
•
Gangguan Lambung
• Mual mual
• Gangguan Tidur
• Reaksi alergi
• Hipertensi
• Diabetes
• Kanker
• Asma
• Penurunan kecerdasan
• Kelumpuhan
• Mual mual
• Gangguan Tidur
• Reaksi alergi
• Hipertensi
• Diabetes
• Kanker
• Asma
• Penurunan kecerdasan
• Kelumpuhan
Beberapa
orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening,
mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan
keringat dingin. Bahkan di Cina
banyak masyarakatnya yang terkena dampak negative dari penggunaan MSG yang
berlebihan yaitu menunjukkan gejala-gejala alergi, yang terkenal dengan istilah Chines Restaurant
Syndrome (CRS).
Karena itu, hati hati
penggunaan penyedap rasa berlebihan kalau tidak mau terserang penyakit penyakit
tersebut.
BAB III Penutupan
Hasil penelitian tadi mengatakan penyedap rasa itu memang
dan benar-benar berbahaya jika dikonsumsi terlalu berlebihan. Masyarakat dapat
mempratekan hasil dari penelitian tadi. Himbauan dari Departement Kesehatan
juga berguna untuk menambah gizi dalam anak untuk mencapai masa pertumbuhan
anak-anak. Manfaat yang didapat dari penelitian tadi juga berguna bagi
masyarakat sekitar dan Departement Kesehatan setempat. Semogahasil dari
penelitian tadi bermanfaat atau berguna bagi masyarakat agar dapat mengurangi
jumlah pemakaian dalam masakan atau makanan yang sering dimakan oleh anak-anak
dan masyarakat dapat mengetahui bahwa pentingnya pertumbuhan dan daya tahan
tubuh anak
Kesimpulan: Penyedap rasa merupakan zat adiktif
makanan yang termasuk paling banyak digunakan. Penggunaan penyedap rasa pada
makanan bertujuan untuk meningkatkan cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa
makanan yang mungkin hilang waktu pemrosesan dan memberi citra rasa tertentu
kepada
makanan
yang tidak mempunyainya. Selain itu juga di dalam pembuatan makanan ditambahi
suatu zat yang dapat menambah aroma makanan untuk menambah rasa dan bau makanan
tersebut. Penyedap rasa dan aroma yang sering digunakan dalam makanan yaitu MSG.
Saran: Setelah
kita mengenal bahaya MSG, tentunya kita harus lebih berhati-hati dalam
mengkonsumsi setiap makanan yang ada. Untuk menghindari makanan berbahan MSG
secara total tentunya tidak akan bisa, namun kita bisa mencegahnya dengan mengurangi
konsumsi makanan yang serba instan dan berbahan bumbu penyedap buatan seperti
MSG, alangkah baiknya bila mengkonsumsi makanan berbahan alamiah yang di proses
secara manual.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar